Senin, 06 Oktober 2014

PELANGGARAN ETIKA DI MASYARAKAT

1 Oktober 2014
Hari ini adalah hari rabu. Hari ini saya harus ke depok karena ada kegiatan yang harus saya lakukan disana. Pagi hari saya berangkat jalanan sudah padat dipenuhi kendaraan bermotor. Saya dengan sabar terus berjalan dan sambil mencari tahu penyebab kemacetan ini. Akhirnya sumber kemacetan ini saya temukan yaitu disebabkan oleh banyaknya pengendara motor yang menerobos lampu merah. Hal seperti ini nampaknya sudah tidak aneh lagi di negara ini, padahal hal tersebut sudah jelas melanggar etika berkendara dan juga akan merugikan banyak pihak.  Pada siang hari  ketika makan siang di kantin ada 3 orang wanita yang duduk di meja sebelah saya. Mereka terus berbicara ketika makan.

2 Okotober 2014
Hari ini karena libur saya hanya berdiam diri dirumah. Bosan dirumah, saya pergi kerumah teman saya. Karena cukup jauh saya pergi dengan kendaraan. Di jalan ada pengendara motor didepan saya yang mengendarai kendaraannya sangat pelan di jalur kanan (jalur cepat). Saya klakson agar pengemudi tersebut berpindah ke lajur kiri, namun pengemudi masih tetep saja di jalur kanan. Ketika bersebelahan ternyata pengemudi tersebut sedang mendengarkan mp3. Sebelum sampai kerumah teman, saya mampir sejenak ke supermarket untuk beli cemilan. Ketika diantrian kasir datang seorang ibu-ibu langsung menyerobot antrian dengan alesan terburu buru (padahal sih engga).

3 Oktober 2014
Saat saya duduk di lobby  kampus hari ini saya melihat seorang mahasiswi berpakaian yang ketat dan bahannya bisa dibilang sangat tipis sehingga terlihat transparan. Banyak mahasiswa yang melihat ke arah mahasiswi itu ketika berjalan. Mahasiswi tersebut nampaknya mulai risih dan berjalan dengan cepat. (makanya kalo gamau diliatin ya jangan ngasih liat toh mbak). Oke lupakan mahasiswi itu, dia sudah berlalu. Tidak lama duduk di lobby, mendarat lah sebuah kapal-kapalan. Kapal-kapalan itu dilemparkan dari lantai 4 oleh mahasiswa yang tidak saya ketahui identitasnya. Alhasil kapal kapalan tersebut menjadi sampah di lobby.

4 Oktober 2014
Dimalam hari yang dingin, saya sedang asik santai ngumpul bareng temen-temen rumah. Tak lama kemudian datanglah teman kami satu orang lagi (sebut saja dia “jack”) , akhirnya dia ikut nimbrung, dia mengeluarkan dan menyalakan sepuntung rokok, udah gitu kadang-kadang asapnya disemburin kesebelahnya, yang terkena sembur menepuk tangan yg ngerokok sampe rokoknya jatoh, diinjak deh rokok tersebut sampai mati (sekalian buang sampah sembarangan).

5 Oktober 2014
Hari ini kebetulan libur karena hari minggu, trus kebetulan juga tanggal merah. Pagi ini saya sholat idul Adha di masjid dekat rumah. Ketika di perjalanan pulang setelah sholat, saya melihat anak kecil sedang saling mengejek. Sampai akhirnya salah satu dari anak itu marah dan mengeluarkan kata-kata mutiara (binatang dan lain sebagainya). Saya langsung menghampiri dan menyuruh mereka pulang kerumah.

6 Oktober 2014

Hari ini kuliah (lagi) dan masuk pagi. Saat masuk jam pelajaran pertama kelas masih sepi. Dosen pun masuk dengan mahasiswa yang seadanya. Satu persatu mahasiswa berdatangan, ada yang bersalaman ada yang tidak, ada yang minta maaf karena terlambat ada yang tidak, ada yang permisi ada yang tidak (namanya juga mahasiswa). Karena sudah mulai bosan dan jam mulai memasuki jam makan siang banyak mahasiswa yg tidak mendengarkan materi dari dosen, mengobrol, bercanda. Hari ini kuliah selesai jam setengah 2. Tanpa menunggu apapun saya langsung pulang kerumah dengan harapan menghindari macet. Ketika diperjalanan saya berjalan di jalur one way (satu arah bahasa Indonesianya), entah kenapa ada bapak bapak mengendarai sepeda motor datang dari arah berlawanan yang jelas-jelas ini jalan satu arah. Singkat cerita bapak itu hampir bertabrakan dengan saya. Kemudian dia malah marah-marah kepada saya sambil bilang “ini jalur saya” (hello ini one way pak). Saya membela diri karena saya merasa benar (emang bener sih) saya menunjuk rambu lalulintas yang kebetulan terliahat dari TKP. Bapak itu mungkin malu kalo salah dan kemudian pergi diam seribu bahasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar