Minggu, 22 Desember 2013

JENIS-JENIS PARAGRAF



A. PARAGRAF ARGUMENTASI
Paragraf argumentasi adalah paragraf yang berisi ide/gagasan dengan diikuti alasan yang kuat untuk menyakinkan pembaca
CIRI-CIRI PARAGRAF ARGUMENTASI
  1. bersifat nonfiksi /ilmiah
  2. bertujuan menyakinkan orang lain bahwa apa yang dikemukakan merupakan kebenaran
  3. dilengkapi bukti-bukti berupa data, tabel, gambar dll
  4. ditutup dengan kesimpulan
MACAM/POLA PENGEMBANGAN PARAGRAF ARGUMENTASI
  1. POLA PENGEMBANGAN SEBAB – AKIBAT adalah paragraf yang mula-mula bertolak dari suatu peristiwa yang dianggap sebagai sebab yang diketahui lalu bergerak maju menuju pada suatu kesimpulan sebagai efek akibat.Ditandai dengan kata – kata sebab, karena, disebabkan, dikarenakan dll.
  2. POLA PENGEMBANGAN AKIBAT- SEBAB adalah paragraf yang mula-mula bertolak dari suatu peristiwa yang dianggap sebagai akibat yang diketahui. Kemudian bergerak menuju sebab-sebab yang mungkin telah menimbulkan akibat tadi.
B. PARAGRAF DESKRIPSI
Paragraf deskripsi adalah paragraf yang melukiskan atau menggambarkan sesuatu dengan tujuan agar pembaca seakan-akan bisa melihat, mendengar, atau merasakan sendiri semua yang ditulis oleh penulis
CIRI-CIRI PARAGRAF DESKRIPSI
  1. Menggambarkan /melukiskan objek tertentu (orang, tempat, keindahan alam dll)
  2. Bertujuan agar pembaca seolah-olah melihat sendiri objek
MACAM /POLA PENGEMBANGAN PARAGRAF DESKRIPSI
  1. Deskripsi objektif adalah paragraf deskripsi yang dalam penggambaran objeknya tidak disertai dengan opini penulis
  2. Deskripsi subjektif adalah paragraf deskripsi yang dalam penggambaran objeknya disertai dengan opini penulis
  3. Deskripsi spasial adalah paragraf yang menggambarkan objek secara detail khususnya ruangan, benda,atau tempat
  4. Deskripsi waktu adalah paragraf yang dikembangkan berdasarkan waktu peristiwa cerita tersebut
C. PARAGRAF EKSPOSITIF
PENGERTIAN PARAGRAF EKSPOSITIF/EKSPOSISI
Paragraf ekspositif adalah paragraf yang bertujuan untuk menjelaskan dan menerangkan sesuatu permasalahan kepada pembaca agar pembaca mendapat gambaran yang sejelas-jelasnya tentang sesuatu permasalahan yang dimaksud pengarang.
CIRI-CIRI PARAGRAF EKSPOSITIF
  1. Bersifat nonfiksi/ilmiah
  2. Bertujuan menjelaskan/memaparkan
  3. Berdasarkan fakta
  4. Tidak bermaksud mempengaruhi
MACAM/POLA PENGEMBANGAN  PARAGRAF EKSPOSITIF
  1. Pola umum-khusus (deduksi) adalah paragraf yang dimulai dari hal –hal yang bersifat umum kemudian menjelaskan dengan kalimat –kalimat pendukung yang khusus
  2. Pola khusus-umum (induksi) adalah paragraf yang dimulai dari hal-hal yang bersifat khusus kemudian menjelaskan dengan kalimat-kalimat yang bersifat umum
  3. Pola perbandingan adalah paragraf yang membandingkan dengan hal yang lain, berdasarkan unsur kesamaan dan perbedaan, kerugian dengan keuntungan, kelebihan dengan kekurangan. Kata hubung (jika dibandingkan dengan, seperti halnya,demikian juga, sama dengan,selaras dengan,sesuai dengan)
  4. Pola pertentangan/kontra adalah paragraf yang mempertentangkan dengan gagasan lain. Kata hubung (biarpun, walaupun,berbeda,berbeda dengan, akan tetapi, sebaliknya, melainkan, namun, meskipun begitu)
  5. Pola analogi adalah paragraf yang menunjukkan kesamaan-kesamaan antara dua hal yang berlainan kelasnya tetapi tetap memperhatikan kesamaan segi /fungsi dari kedua hal tadi sebagai ilustrasi
  6. Pola pengembangan proses adalah pola pengembangan paragraf yang ide pokok paragrafnya disusun berdasarkan urutan proses terjadinya sesuatu
  7. Pola pengembangan klasifikasi adalah pola pengembangan paragraf dengan cara mengelompokkan barang-barang yang dianggap mempunyai kesamaan-kesamaan tertentu
  8. Pola pengembangan contoh/ilustrasi adalah paragraf yang berfungsi untuk memperjelas suatu uraian, khususnya uraian yang bersifat abstrak. Kata penghubung (contohnya, umpamanya,misalnya)
  9. Pola pengembangan difinisi adalah paragraf yang berupa pengertian atau istilah yang terkandung dalam kalimat topik memerlukan penjelasan panjang lebar agar tepat maknanya dilengkapi oleh pembaca
  10. Pola sebab akibat adalah pola pengembangan dimana sebab bisa bertindak sebagai gagasan utama, sedangkan akibat sebagai perincian pengembangannya. Atau sebaliknya, akibat sebagai gagasan utama, sedangkan untuk memahami sepenuhnya akibat itu perlu dikemukakan sejumlah sebab sebagai perinciannya
D. PARAGRAF PERSUASIF
PENGERTIAN PARAGRAF PERSUASIF
Paragraf persuasif adalah paragraf yang bertujuan meyakinkan dan membujuk seseorang atau pembaca agar melaksanakan /menerima keinginan penulis
CIRI-CIRI PARAGRAF PERSUASIF
  1. Ada fakta/bukti untuk mempengaruhi/membujuk pembaca
  2. Bertujuan mendorong, mempengaruhi dan membujuk pembaca
  3. Menggunakan bahasa secara menarik untuk memberikan sugesti (kesan) kepada pembaca
E. PARAGRAF NARATIF
Paragraf naratif adalah suatu bentuk paragraf yang menceritakan serangkaian peristiwa yang disusun menurut urutan waktu terjadinya.
CIRI-CIRI PARAGRAF NARATIF
  1. Ada tokoh, tempat, waktu, dan suasana yang diceritakan
  2. Mementingkan urutan waktu maupun urutan peristiwa
  3. Tidak hanya terdapat dalam karya fiksi ( cerpen,novel,roman) tetapi juga terdapat dalam tulisan nonfiksi (biografi, cerita nyata dalam surat kabar,sejarah,riwayat perjalanan)
Macam / pola pengembangan paragraf naratif
  1. Narasi ekspositoris/nonfiksi/informatif adalah cerita yang benar-benar terjadi (cerita kepahlawanan, sejarah, biografi/otobiografi, cerita nyata dalam surat kabar)
  2. Narasi sugestif/fiksi/artistik adalah cerita yang menonjolkan khayalan sehingga pembaca terkesan dan tertarik dan seakan-akan terhayut,bahkan merasa mengalami cerita tersebut( cerpen, novel dll)

SUMBER: http://jelajahduniabahasa.wordpress.com/2011/04/14/jenis-jenis-paragraf/

CERPEN



Hari ini adalah hari yang sangat di tunggu-tunggu oleh Adit. Karena hari ini adalah hari pengambilan laporan hasil kerja keras adit selama 6 bulan di semester 2. Adit adalah seorang anak kelas 2 SMP di suatu desa yang jauh dari keramaian kota. Sebenarnya Adit senang bukan karena rapor nya akan di bagi ,tapi karena akan ada liburan satu bulan penuh, terlebih lagi ia sudah membuat rencana dengan Bintang akan liburan ke kota. Bintang memang bukan lah teman sekelas adit bahkan mereka tidak satu sekolah, tapi bintang adalah abang sepupu adit yang sudah dianggap sebagai abang kandungnya sendiri. Maklum saja selain adit sering menginap di rumah bintang, adit juga tidak mempunyai abang kandung. Mereka memang akrab ,tetapi mereka tidak begitu akur. Adit dan Bintang sering bertengkar gara-gara hal kecil. Pada hari pengambilan lapor Adit menginap di rumah bintang, ia sudah mempersiapkan semuanya, mulai dari seragam, sepatu, dan dasi.

“Bangun tang!!!, ini kan hari penentuan kamu” seru Adit sambil menarik selimut Bintang.

“Nanggung 5 menit lagi deh.., emang hari penentuan apa?” Bintang kembali menarik selimut dan lanjut tidur lagi.

“kita mau terima rapor nih, trus bakalan ada liburan panjang satu bulan penuh!!” Adit berteriak dengan begitu semangat.

“ooohh gitu, kirain penentuan apa” Bintang pun bangun karena suara adit yang begitu bising.
“cepetan mandi udah jam 7 nih.” kata Adit sambil menunjuk Jam yang ada di kamar.
“iya deh..” Bintang bangun dan lansung menuju ke kamar mandi. Sangat berbeda dengan Adit yang bersemangat Bintang terlihat begitu lesu.

Selesai mandi kemudian Bintang berpakaian, dan dia melihat adit seperti mencari sesuatu, tetapi Bintang bersikap cuek dan tidak mau tahu. Bintang sudah siap berangkat ke sekolah, tapi Adit yang dari tadi bangun belum juga siap. Adit masih sibuk mencari sesuatu, akhirnya Bintang bertanya kepada Adit.
“nyari apa dit? Tanya bintang dengan heran.

“nyari dasi tang, perasaan kemaren aku taruh di lemari deh” adit sibuk mencari dasinya di antara selipan-selipan pakian.
“makanya kalo punya barang di simpan baik-baik jangan ceroboh” kata bintang sok bijak.
“gak kok.. aku ingat betul dasinya aku ta…” belum selesai Adit berbicara dia pun terdiam melihat dasi yang di pakai Bintang. “wah parah.. dasi aku kamu pakai tang!!”. Sambil menunjuk ke arah dasi yang di pakai bintang

“haha ketahuan deh, aku pinjam dulu ya dasi kamu dit” bintang pun berlari keluar rumah.
Adit pun mengejar Bintang yang membawa dasinya .

“pokoknya aku besok gak akan minjam dasi kamu lagi!!” bintang mempercepat larinya

“ahhh dari zaman eyang subur jomblo sampe sekarang punya istri 9 kamu selalu bilang gitu.. balikin TANG!!” teriak Adit kesal.

Tapi Bintang sudah berlari semakin jauh, dia berkata “SUMPAH AKU GAK BOHONG!!!”. sambil menghetikan langkahnya dan kemudian kembali berlari menuju MTS tempat ia sekolah.

Adit pun pasrah tidak mau mengejar Bintang karena dia belum memakai sepatu.

Adit akhirnya pergi kesekolah dengan tidak mengenakan dasi ,padahal peraturan di SMPnya siswa diwajibkan mengunakan dasi. Adit beruntung karena hari ini adalah hari pengambilan rapor maka dia tidak di kenakan sanksi. Pada saat menerima lapor Adit sangat senang ,bukan senang karena dia masuk 10 besar tapi dia senang gara-gara liburan semester ini lebih dari satu bulan. Sehabis menerima rapor Adit lansung bergegas ke rumah Bintang, dia ingin membahas rencana liburannya dengan Bintang di kota, Adit dan Bintang memiliki saudara di kota dan rencananya selama liburan mereka akan tinggal di rumah saudaranya.

Adit pun sampai di rumah Bintang, seperti biasa nya Adit datang ke rumah Bintang dengan semangat. “Jadi kapan nih kita mau berangkat ke kota” Tanya Adit ke Bintang.

Bintang melihat ke arah Adit, tapi diam sama sekali tidak menjawab pertanyaan Adit.
“yaelah diam lagi, jawab woy!!” seru Adit dengan nada bercanda.

Bintang tetap diam, sambil melihat ke arah rapor yang ada di tangan Bintang.
Adit lansung mengambil rapor Bintang dan kemudian membacanya. Bagaikan kejatuhan bom nuklir tepat di atas ubun-ubun kepala. Adit sangat terkejut saat membaca rapor bintang. Nilai nya banyak yang tidak tuntas dan keterangan Alpha nya pun sangat banyak, dan yang lebih buruk nya lagi di situ dinyatakan Bintang tidak naik kelas.

Adit pun mencoba menghibur Bintang, tapi semua itu percuma bintang tetap diam. Cukup lama Adit menghibur bintang akhirnya dia pun menyereh dan memilih pulang sebentar untuk mengganti baju seragam dan membritahukan hasil rapor kepada orang tuanya. Saat Adit baru keluar dari pintu rumah Bintang, Adit bertemu dengan orang tua Bintang. Tetapi Adit tidak mau banyak mengobrol. Dia beralasan kepada orang tua Bintang kalau dia sudah di suruh pulang. Setelah orang tua Bintang masuk ke dalam rumah dan Adit baru berjalan beberapa langkah, Adit mendengar suara ocehan dari dalam rumah Bintang, Adit pun mulai mempercepat langkahnya agar bisa pulang ke rumah dan lekas kembali ke rumah bintang lagi. Sesampai nya di rumah, ia lansung menunjukan lapor kepada orang tua nya, kemudian ia lansung berganti baju dengan cepat dan segera ke rumah Bintang lagi.

Tapi pada saat dia baru mau pergi orang tua Bintang pun datang ke rumah Adit. Adit tidak banyak bicara karena dia terburu-buru mau ke rumah Bintang.

“Bintang… Bintang” seru Adit sambil mengetuk pintu rumah Bintang. Tapi karena tidak ada jawaban Adit pun mendobrak pintu rumah. Dan alangkah terkejutnya Adit ketika melihat Bintang sudah tergantung dengan menggunakan dasi yang tadi pagi Adit pinjamkan ke Bintang.

Orang-orang pun mulai ramai mendatangi rumah Bintang. Kini bintang benar-benar memenuhi janji nya dia tidak akan meminjam dasi Adit lagi. Adit hanya duduk dan diam, dengan air mata yang mengalir di pipi. “Kenapa aku tadi begitu bodoh, kalau saja aku tidak meminjamkan dasi, dan meninggalkannya sendirian di rumah pasti semua ini tidak akan terjadi, seharusnya aku tadi bisa menghibur dan menemaninya, mengapa aku begitu bodoh”. Ratusan kata penyesalan terucap dalam hati Adit, logikanyapun seakan tidak bisa menerima, baru tadi pagi mereka tertawa, bercanda, dan bertengkar. Adit pun menyadari memeng hari ini adalah hari penentuan Bintang, bukan penentuan naik atau tidak nya Bintang, tapi hari penentuan hidup dan matinya seorang Bintang. Dan Adit hanya bisa memejamkan mata dan berharap ketika dia membuka mata semua akan kembali seperti semula. Sekarang Bintang benar-benar telah menjadi BINTANG, dari tempat yang tak terlihat dia akan mengawasi Adit. Kini Adit pergi ke kota tidak bersama bintang, Adit pergi ke kota sendirian. Tujuan ia pergi ke kota bukan untuk liburan tapi untuk melupakan kenangan pahit yang pernah ia rasakan.

Selasa, 05 November 2013

ISTILAH ISTILAH DALAM AKUNTANSI

A

· Akuntansi (accounting): suatu disiplin yang menyediakan informasi penting sehingga memungkinkan adanya pelaksanaan dan penilaian jalannya perusahaan secara efisien. Akuntansi dapat juga didefinisikan sebagai proses mengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.

· Akuntan (accountant): gelar bagi mereka yang telah lulus ujian-ujian akuntasi seperti yang ditetapkan dalam Undang-undang No. 34 Tahun 1954. Tenaga-tenaga akuntasi secara umum dapat didefinisikan sebaga mereka yang mempunyai pengetahuan di bidang akuntansi.

· Akuntansi Keuangan (financial accounting): bidang akuntansi yang berhubungan dengan penyusunan laporan keuangan secara berkala untuk suatu unit ekonomi secara keseluruhan kepada pihak-pihak di luar perusahaan.

· Akuntansi Biaya (cost accounting): bidang akuntansi yang berhubungan dengan pengumpulan, analisis, dan pengontrolan atas biaya.

· Akuntansi Manajemen (management accounting): biadang akuntansi berhubungan dengan pemecahan masalah-masalah khusus yang dihadapi oleh manajemen perusahaan.

· Auditing (auditing): bidang akuntansi yang berhubungan dengan pemeriksaan secara bebas atas akuntansi keuangan.

· Akuntansi Pemerintahan (governmental accounting): bidang akuntansi yang berhubungan dengan pncatatan dan pelaporan transaksi yang terjadi dalam badan-badan pemerintah.

· Akuntansi Perpajakan (tax accounting): bidang akuntansi yang berhubungan dengan penyusunan surat pemberitahuan tahunan (SPT) dan segala sesuatu mengenai perpajakan.

· Akuntan Publik (public accountant): kadang-kadang istilah untuk ini adalah akuntan ekstern (external accountant) atau auditor akuntan yang memberikan jasa-jasanya untuk suatu pembayaran tertentu. Ia merupakan akuntan profesional yang diberi izin oleh negara untuk berpraktik sebagai akuntan swasta.

· Akuntan Intern (internal accountant): akuntan yang bekerja untuk suatu perusahaan atau organisasi tertentu.

· Akun (account): sering disebut juga perkiraan; formulir (media) yang digunakan untuk mengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis ke dalam satu nama kelompok transaksi dan tempat untuk mncatat penambahan serta pengurangan yang terjadi dalam kelompok tersebut.

· Akun Nominal (nominal account atau temporary account): akun-akun yang hanya digunakan untuk mencatat tansaksi selama periode tertentu yang secara berkala dipindahkan ke akun modal. Akun pendapatan, beban dan prive termasuk dalam kelompok ini.

· Akun Prive (drawing account): akun yang digunakan untuk mencatat pengambilan aktiva perusahaan yang dilakukan oleh pemilik.

· Akun Riil (real account): akun-akun yang saldonya dibawa terus-menerus dari satu period eke periode yang lain. Akun-akun neracatermasuk dalam kelompok ini.

· Ayat Jurnal (journal entry): penyajian suatu transaksi ke dalam nama akun dan jumlah yang harus di debit dan di kredit.

· Ayat Jurnal Penutup (clossing entry): ayat juran untuk me-nol-kan saldo akun-akun sementara (nominal) yang dilakukan apabila akan dimulai pencatatan data akuntansi periode berikutnya.

· Ayat Jurnal Penyesuaian (adjusting journal entry): ayat jurnal yang biasanya dibuat pada akhir suatu periode akuntansi untuk mengorksi akun-akun tertentu sehingga mencerminkan keadaan aktiva, kewajiban, pendapatan, beban, dan modal yang sebenarnya.

· Ayat Jurnal Koreksi (correcting entry): ayat jurnal untuk mengoreksi kesalahan yang terdapat dalam akun-akun aktiva, kewajiban, pendapatan, beban dan modal.

· Akumulasi Penyusutan (accumulated depreciation): akun yang digunakan untuk mencatat, secara akumulatif, pengalokasian beban yang diakibatkan oleh pemakaian aktiva tetap. Akun semacam ini secar umum disebut akun kontra (contra account), yaitu akun yang berfungsi mengurangi akun lain.

· Arbitrase : spekulasi tanpa resiko.

· Arus kas – adalah arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas.

· Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) :Rencana kerja pemerintah daerah mencakup seluruh penerimaan dan belanja (pengeluaran) pemerintah daerah, baik provinsi ataupun kabupaten dalam rangka mencapai sasaran pembangunan dalam kurun waktu satu tahun yang dinyatakan dalam satuan uang dan disetujui oleh DPRD.

· Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN): Daftar yang memuat secara rinci tentang sumber penerimaan dan alokasi pengeluarannya dalam jangka waktu tertentu, dalam rangka mencapai sasaran pembangunan dalam kurun waktu satu tahun.

· Angkatan kerja : Penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja, atau mempunyai pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan pengangguran.

· APC (rata – rata kecenderungan untuk konsumsi) : rasio pengeluaran konsumsi terhadap pendapat

· APS (rata – rata kecenderungan untuk menabung) : rasio tabungan perorangan terhadap pendapatan.

· Asset (harta atau aktiva) : milik berupa barang berwujud serta hak tax berwujud yang mempunyai nilai ekonomi.


B

· Bentuk Skontro (bentuk akun = account form): penyajian neraca di mana aktiva diletakkan di sebelah kirai sedang kewajibann dan modal diletakkan di sebelah kanan sehingga menyerupai bentuk akun. (laporan rugi-laba juga dapat disusun dengan bentuk ini).

· Bentuk Stafel (bentuk laporan = report form): penyajian neraca dimana kewajiban dan modal diletakkan di bawah aktiva. (bentuk stafel biasanya digunakan untuk laporan rugi-laba).

· Beban (expenses): kadang-kadang disebut dengan biaya: penurunan dalam modal pemilik, biasanya melalui pengeluaran uang atau penggunaan aktiva, yang terjadi sehubungan dengan usaha untuk memperoleh pendapatan. Bentuk Skontro (bentuk akun = account form): penyajian neraca di mana aktiva diletakkan di sebelah kirai sedang kewajibann dan modal diletakkan di sebelah kanan sehingga menyerupai bentuk akun. (laporan rugi-laba juga dapat disusun dengan bentuk ini).

· Bank (bank): lembaga keuangan yang salah satu usahanya adalah memberikan pinjaman kepada perusahaan.

· Beban Bunga (interest expense): beban yang timbul karena peminjaman uang.

· Beban Penyusutan (depreciation expense): beban yang timbul karena pemakaian aktiva tetap berwujud.

· Beban Perlengkapan (supplies expense): beban yang timbul karena pemakaian perlengkapan (beban pembantu).

· Beban Sewa (rent expense): beban yang timbul karena pemakaian sewa.

· Bentuk Stafel (bentuk laporan = report form): penyajian neraca dimana kewajiban dan modal diletakkan di bawah aktiva. (bentuk stafel biasanya digunakan untuk laporan rugi-laba).

· Beban (expenses): kadang-kadang disebut dengan biaya: penurunan dalam modal pemilik, biasanya melalui pengeluaran uang atau penggunaan aktiva, yang terjadi sehubungan dengan usaha untuk memperoleh pendapatan.

· Bank sentral : badan atau instansi pemerintah yg bertanggung jawab terhadap pengendalian peredran uang dan kondisi perkreditan nasional.

· Barang komplementer : dua barang yang saling melengkapi

· Biaya rata – rata : jumlah biaya dibagi dengan kuantitas barang yg dihasilkan.

· Biaya tetap rata – rata : biaya tetap dibagi oleh oleh jumlah unit yg diproduksi.

· Biaya variabel rata – rata : jumlah biaya variabel dibagi dengan kuantitas produk yg dihasilkan.

· Biaya tetap : biaya yg tetap harus dikeluarkan perusahaan meskipun output yg dihasilkan 0

· Biaya marjinal : tambahan dalam jumlah biaya yg diperlukan untuk menghasilkan 1 tambahan unit output.

· Biaya minimum : biaya per unit terendah yg mungkin dicapai

· Biaya total : jumlah biaya minimum pada suatu tingkatan teknologi dan serangkain harga input.

· Biaya variabel : biaya yg bervariasi menurut tingkat output.

· Bond (obligasi) : sertifikat yg memberikan bunga yg diterbitkan pemerintah atau perusahaan,berisi janji akan membayar bunga dan jumlah pokok.

· Budget line (garis anggaran) : garis disuatu grafik yg sumbu-sumbunya menggambarkan kombinasi barang yg bisa dibeli oleh konsumen.

· Budget surplus (surplus anggaran) : kelebihan penerimaan pemerintah terhadap pembelanjaan pemerintah.

· Bunga : pendapatan yg dibayarkan kepada mereka yg meminjamkan uang

· Bunga majemuk : bunga yg dihitung juga dari bunga lalu.

· Bursa efek : tempat diperjual belikan efek –efek atau tempat bertemunya pihak yg menawarkan dan pihak yg memerlukan dana jangka panjang.

· Bursa komoditas : tempat dipamerkannya contoh barang – barang produksi yg diperjualbelikan.

· Bursa valuta asing : suatu tempat kegiatan usaha yg memperdagangkan berbagai jenis mata uang asing seperti bank – bank devisa dan money changer.

· Bank (bank): lembaga keuangan yang salah satu usahanya adalah memberikan pinjaman kepada perusahaan.

· Beban Bunga (interest expense): beban yang timbul karena peminjaman uang.

· Beban Penyusutan (depreciation expense): beban yang timbul karena pemakaian aktiva tetap berwujud.

· Beban Perlengkapan (supplies expense): beban yang timbul karena pemakaian perlengkapan (beban pembantu).

· Beban Sewa (rent expense): beban yang timbul karena pemakaian sewa.


C

· Cadangan bank : bagian atas simpanan masyarakat di bank yg harus disimpan di khasanah atau dibank sentral tanpa menerima bunga.

· Cadangan rasional : menyelesaikan kesulitan likuiditas luar negeri atau neraca pambayaran luar Negara

· Capital-output ratio (rasio modal/output) : dalam teori pertumbuhan ekonomi, yaitu rasio stock modal total disbanding GNP tahunan.

· Capitalism(kapitalisme) : sebagai system perekonomian dimana sebagian besar barang milik(tanah dan modal)menjadi milik pribadi.

· Cartel (kartel) : asosiasi produsen dalam suatu industry yg bertujuan membatasi atau mencegah persainagn antar perusahaan dalam industry.

· Central bank (bank sentral) : badan atau instansi pemerintahan yg bertanggung jawab terhadap pengendalian peredaran uang dan kondisi perkreditan nasional.

· Ceteris paribus : sebuah kondsi artificial yg diangkat oleh para ahli ekonomi untuk,secara terpisah, mengamati hubungan antara dua variabel ekonomi.

· Clearing market : suatu pasar dimana harga-harga cukup flexsibel untuk menyimbangkan penawaran dan permintaan dalam waktu singkat.

· Collusive oligopoly (oligopoly kolusif) : struktur pasar yg ditandai oleh sejumlah kecil perusahaan yg melakukan kolusi dan bergabung untuk membuat keputusan bersama.

· Consumer surplus (surplus konsumen) : selisih antara jumlah yang persediannya akan dibayar oleh konsumen untuk sebuah komoditi dengan jumlah yang sebenarnya dibayarkan

· Consumption (konsumsi) : jumlah seluruh pengeluaran perorangan atau Negara untuk barang – barang konsumsi selama suatu periode tertentu.

· Common stock (saham biasa) : instrument keuangan yg mencerminkan kepemilikan dan hak suara dalam suatu perseroan.

D

· Debit : istilah akuntansi untuk menjelaskan pertambahan dalam aktiva atau pengurangan dalam pasiva.

· Deficit anggaran belanja : belanja pemerintah untuk barang, jasa, dan pembayaran transfer yg melebihi penerimannya dari pajak dan dan sumber pendapatan .

· Deflasi : penurunan tingkat harga secara umum.

· Demografi : studi mengenai perilaku populasi

· Depresiasi : penyusutan aktiva : penurunan nilai suatu aktiva

· Devaluasi : penurunan nilai resmi mata uang suatu Negara disbanding mata uang lainnya atau disbanding emas

· Diskonto pendapatan masa depan : proses konversi pendapatan masa depan kenilai sekrang yg ekuivalen

· Diskriminasi : prbedaan pendapatan yg diakibatkan oleh sifat pribadi yg tidak berhubungan dengan pekerjaan.

· Disekuilibrium : keadaan perekonomian yang sedang tidak berada pada keadaan

· Disinflasi : proses penurunan tingkat inflasi yang tinggi

· Distribusi : pendisribusian jumlah output pada perorangan atau factor – factor produKsi


E

· Elastisitas silang : ukuran sejauh mana permintaan akan suatu barang konsumsi atau input dipengaruhi bukan oleh harganya sendiri tetapi oleh harga barang lain.

· Elastisitas : menggambarkan reaksi suatu variabel terhadap perubahan variabel.

· Elastisitas harga dari permintaan yg elastic : situasi apabila elastisitas permintaan lebih dari nilai satu.

· Elastisitas harga dari permintaan yg inelastic : situasi apabila nilai elastisitas permintaan lebih kecil dari satu.

· Elastisitas harga atas penawaran : konsepsinya mirip elastisitas harga atas permintaan kecuali yg diukur adalah reaksi penawaran dari perubahan harga.

· Elastisitas harga atas permintaan : ukuran kadar sejauh mana kuantitas yg diminta pembeli bereaksi terhadap perubahan harga.

· Elastisitas pendapatan pada permintaan : permintaan akan suatu barang tidak saja dipengaruhi oleh harga barang tetapi juga oleh pendapatan konsumen.

· Elastisitas permintaan uniter : situasi diantara permintaan yg elastic dan permintaan yg tidak elastic dimana elastisitas harga bernilai 1

· Elastisitas silang : ukuran sejauh mana permintaan akan suatu barang konsumsi atau input dipengaruhi bukan oleh harganya sendiri tetapi oleh harga barang lain

· Element utility : benda itu berguna karena ada unsure didalamnya.


F

· Faktor produksi : input yg bersifat produktif seperti mesin , peralatan , tenaga kerja, dan tanah.

· Fleksibilitas harga : perilaku harga dalam pasar “lelang” dimana harga langsung bergerak keatas atau kebawah setiap kali ada perubahan.

· Fungsi konsumsi : skedul yg mengaitkan jumlah konsumsi dengan pendapatan yg dapat dibelanjakan.

· Fungsi produksi : fungsi matematis yg menyatakan berapa jumlah output maksimum yg dapat dicapai dengan suatu unit input dan teknologi tertentu.

· Fungsi tabungan : skedul atau table yg memperlihatkan jumlah tabungan yg bersedia ditabung oleh rumah tangga atau Negara, pada setiap tingkat pendapatan


G

· Garis anggaran : garis disuatu grafik yg sumbu – sumbunya menggambarkan kombinasi barang yg bisa dibeli oleh konsumen menurut pendpatan.

I

· Inflasi desakan biaya : inflasi yg bersumber pada sisi penawaran dari pasar akibat peningkatan tajam dalam biaya.

· Inflasi tarikan permintaan : inflasi harga yg diakibatkan oleh kelebihan permintaan dari persediaan barang yang ada

K

· Kapitalis : seseorang yang memiliki barang-barang modal.

· Kartel : organisasi para produsen yang sepakat untuk menjadi satu penjual tunggal.

· Kapasitas: tingkat output yang berkaitan dengan total biaya rata-rata jangka pendek yang minimum.

· Komoditi : sesuatu yang dapat dipasarkan yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan.

· Keunggulan komparatif : kemampuan suatu negara untuk memproduksi komoditi tertentu dengan biaya oportunitas produk-produk lain yang lebih rendah dari pada Negara lain

· Komplemen : dua komoditi yang digunakan secara bersama sama satu sama lain

· Konsumerisme : suatu gerakan yang menonjolkan konflik antara kepentingan perusahaan dengan kepentingan umum

· Kurva Permintaan Agregat, Kurva AD : menghubungkan jumlah total output yang akan diminta dengan tingkat.harga output itu.

· Kurva penawaran agregat, kurva AS : menghubungkan jumlah total output yang akan diproduksi dengan harga output itu.

· Kebijakn pertumbuhan berimbang : kebijakan yang dirangsang untuk menghasilkan pertumbuhan yang simultan. di semua sektor ekonomi.

· Konsumsi : tindakan menggunakan komoditi baik barang maupun jasa

· Kurva permintaan : grafik yang menggambarkan hubungan antara kuantitas komoditi tertentu yang akan dibeli selama periode waktu tertentu dengan harga komoditi tersebut

· Kebijakan fiscal bebas : kebijakan yang dikeluarkan untuk mengatasi setiap keadaan ekonomi yang khusus apabila terjadi

· Kondisi ekuilibrium : kondisi yang harus dipenuhi jika pasar atau sector ekonomi berada pada keadaan ekuilibrium

· Kebijakan fiscal : penggunaan kegiatan menaikan pendapatan dan kegiatan pengeluaran yang dilakukan pemerintah dalam usahanya mempengaruhi variable makro seperti GNP dan lapangan kerja

· Kuota impor : batas yang ditetapkan oleh pemerintah mengenai kuantitas komoditi asing yang masuk ke negeri itu selama periode tertentu

· Kebijakan pendapatan : setiap campur tangan langsung oleh pemerintah untuk mempengaruhi pembentukan upah dan tenaga kerja

· Kurva indeferen : kurva yang menggambarkan semua kombinasi dari 2 komoditi yang memberikan sejumlah keputusan yang sama

L

· Laporan Akuntansi (accounting reports): semua laporan yang dihasilkan olehh sistem akuntansi diantaranya adalah laporan keuangan.

· Laba yang dibagika: laba yang dibayarkan pada pemilik perusahaan

· Lembaga keuangan: institusi-institusi yang fungsi utamanya adalah mengumpulkan tabungan dari masyarakat dan meminjamkan dana tersebut kepada pihak yang memerlukannya

· Likuiditas: tingkat kemudahan dan kepastian suatu harta untuk dicairkan menjadi alat tukar dalam system ekonomi

· Lompang deflasi: perbedaan antara pengeluaran agregat yang perlu dicapai agar perekonomian dapat mencapai kesempatan kerja penuh dengan pengeluaran agregar yang sebenarnya tercapai pada kesempatan kerja penuh.

M

· Markup : jumlah yang ditambahkan pada biaya untuk menentukan harga

· Minimasi biaya : implikasi dari maksimasi laba bahwa perusahaan akan memilih metode untuk menghasilkan output tertentu dengan biaya terendah

· Mobilitas faktor produksi : suatu keadaan apabila factor-faktor produksi dapat dipertukarkan penggunaannya

· Modal : factor produksi yang terdiri dari semua perlengkapan pabrik untuk proses produksi selanjutnya

· Modal ekuitas : dana yang disediakan oleh para pemilik perusahaan yang pengembaliannya pada laba perusahaan

· Monopoli : situsi pasar yang output industrinya dikontrol oleh penjual tunggal

· Monopsoni :situasi pasar yang didalamnya hanya terdapat pembeli

· Multiplier : satu angka yang menunjukkan sejauh mana pendapatan nasional akan berubah efek dari perubahan dalam pengeluaran agregat

· Manajemen (management): sekelompok orang yang diberi tanggung jawab untuk mengelola kegiatan perusahaan.

P

· Pembukuan (book-keeping): pencatatan data perusahaan dengan cara tertentu.

· Pemeriksa Intern (internal auditor): akuntan yang bekerja di dalam perusahaan atau organisasi yang bertugas melakukan pemeriksaan untuk menentukan dipatuhinya kebijakan-kebijakan perusahaan yang telah ditetapkan.

· Penganggaran (budgeting): bidang akuntansi yang berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan mengenai kegiatan perusahaan untuk jangka waktu tertentu di masa datang serta analisis dan pengontrolannya.

· Persekutuan (partnership): perusahaan yang dimiliki oleh dua orang atau lebih menurut suatu perjanjian yang dilakukan diantara mereka.

· Perusahaan Dagang (merchandising firm): perusahaan yang kegiatannya membeli barang jadi dan menjualnya kembali tanpa melakukan pengolahan lagi.

· Perusahaan Pabrik (manufacturing firm): perusahaan yang kegiatannya mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi kemudian diolah lagi menjadi barang jadi, dan kemudian menjual barang jadi tersebut.

· Perusahaan Jasa (service firm): perusahaan yang kegiatannya menjual jasa-jasa.

· Pembelian Retur dan Pengurangan Harga (purchase return and allowances): pengembalian atau pengurangan harga atas barang-barang yang telah dibeli.

· Penjualan Retur dan Pengurangan Harga (sales return and allowances): penerimaan kembali atau pengurangan harga atas barang-barang yang telah dijual.

· Potongan Tunai (cash discount): potongan harga yang diberikan apabila pembayaran dilakukan lebih cepat dari jangka waktu kredit.

· Potongan Pembelian (purchase discount): potongan terhadap harga pembelian apabila pembayaran dilakukan lebih cepat dari jangka waktu kredit. Potongan pembelian adalah potongan tunai dipandang dari sudut pembeli. (lihat potongan tunai).

· Potongan Penjualan (sales discount): potongan terhadap harga penjualan apabila pembayaran dilakukan lebih cepat dari jangka waktu kredit. Potongan penjualan adalah potongan tunai dipandang dari sudut penjual. (lihat potongan tunai).

R

· Rasio konsentrasi : sebagian dari total penjualan pasar yang dikendalikan oleh sebagian perusahaan industri besar

· Rasio modal output : rasio antara modal terhadap nilai output tahunan yang diproduksi oleh modal itu

· Rasio modal produksi : suatu angka yang menunjukkan besarnya modal yang diperlukan unruk menghasilkan barang bernilai satu rupiah

· Rasio modal tenga kerja : suatu ukuran besarnya modal per-pekerja dalam suatu perekonomian

· Rekening giro : simpanan dibank yang dapat ditarik sesuai permintaan dan dapat dipindah bukukan denga cek

· Rumah kliring : lembaga dimana utang-utang antar bank yang timbul dari transfer cek-cek antara bank-bank dihitung

S

· Stockholders (pemegang saham) : para pemilik sebuah perusahaan yang memberikan dananya melalui pembelian saham-saham perusahaan tersebut.

· Stock market (bursa saham) : suatu pasar yang terorganisasi tempat saham serta obligasi dibeli dan dijual, disebut juga sebagai pasar surat berharga.

· Substitute (substitusi) : dua komoditi merupakan substitusi satu sama lain bila keduanya memenuhi kebutuhan atau keinginan yang sama; tingkat substitusi diukur oleh besarnya elastisitas silang positif antara kedua komoditi tersebut.

· Suntikan aliran keuangan yang memasuki aliran perbelanjaan ke sektor perusahaan
Suntikan dalam perekonomian terbuka : suntikan adalah aliran masuk ke dalam sirkulasi aliran pendapatan. Dalam perekonomian terbuka suntikan itu meliputi tiga jenis pengeluaran yaitu investasi, pengeluaran pemerintah dan ekspor

· Surat utang bank : kertas berharga yang diterbitkan bank-bank komersial

· Surplus anggaran : pendapatan berada di atas pengeluaran

· Surplus konsumsi : selisih antara nilai total yang ditempatkan konsumen pada semua unit komoditi tertentu yang dikonsumsi

· Surplus neraca pembayaran : situasi dimana penerimaan pada transaksi berjalan dan neraca modal melebihi pembayaran

· Syarat Pembayaran (credit term): persetujuan antara pembeli dan penjual mengenai cara dan jangka waktu pembayaran suatu transaksi jual beli.

KORUPSI MERUSAK EKONOMI NEGRI

         Korupsi di Indonesia bukanlah hal yang asing lagi. Dalam hal ini korupsi cukup memiliki andil besar dalam Ekonomi di negri ini terutama dalam sektor pembangunan. Indonesia menduduki peringkat 1 negara terkorup di Asia Pasifik menurut Political & Economic Risk Consultancy (PERC) pada tahun 2010.

         Korupsi memperbesar biaya produksi dan selanjutnya memperbesar biaya yang harus di bayar oleh konsumen dan masyarakat (kasus pajak), sehingga berakibat pada kesejahteraan masyarakaat yang turun. Korupsi mengurangi pendapatan dari sektor publik dan meningkatkan pembelanjaan pemerintah untuk sektor publik. Korupsi juga mengurangi potensi pendapatan yang diterima kalangan menengah ke bawah. Yang pasti korupsi memperbesar angka kemiskinan.

          Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi permasahan ini mulai dari pembentukan Komisi pemberantasan korupsi atau yang biasa kita kenal dengan sebutan “KPK”, melakukan investigasi baik di kota maupun di daerah pada rekening gendut para pejabat negara, menyita aset yang dimiliki para koruptor, dan sebagainya. Oleh karena itu diharapkan upaya-upaya tersebut dapat memberikan efek jera bagi para koruptor, yang mengigat dampak dari korupsi begitu merugikan negara




# Kalimat yang berwarna merah merupakan Kalimat INDUKTIF

MACET INDONESIA, MACET EKONOMINYA

          Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar, terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau memadai dan juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk. Di kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta, Balikpapan, Surabaya, Bandung, Medan dan kota-kota besar lainnya kemacetan sudah menjadi permasalahan sehari-hari.

          Kemacetan memiliki dampak terhadap perekonomian di Indonesia. Kota Jakarta sebagai salah satu kota besar di Indonesia menyebutkan kerugian akibat kemacetan sepanjang tahun dapat mencapai Rp 28 triliun. Secara nasional, kerugiannya hingga Rp 32 triliun. Karena macet, banyak para pengguna jalan kehilangan waktu dan sebagainya. Selama 2011, kerugian akibat kemacetan di Jakarta mencapai Rp 28 triliun atau 32 triliun untuk angka kerugian akibat macet secara nasional. Angka itu berasal dari bahan bakar terbuang, waktu pengguna yang terbuang dan kerusakan lingkungan akibat gas karbon. Selanjutnya dikatakan bahwa tingkat kemacetan lalu lintas di Jakarta dan sekitarnya sudah mencapai tahap yang sangat mengkhawatirkan. Dampak ekonomi yang cukup tinggi (Rp 30 triliun per tahun) merupakan indikator mutlak bahwa perlu diupayakan secepatnya program untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.

          Gara-gara kemacetan yang terjadi di Jakarta, SBY dan Jokowi saling menyalahkan dimedia, itu semangkin memperburuk karut marut persoalan bangsa ini, Permasalahanya bermula dari Kadin yang merekomendasikan kepada Presiden SBY bahwa kemacetan yang terjadi hampir disemua kota besar telah menyebabkan biaya dan waktu produksi menjadi meningkat, sehingga perlu ada solusi, Namun yang muncul bukanlah solusi, tetapi saling menyalahkan




# Kalimat yang berwarna merah merupakan Kalimat DEDUKTIf

Kamis, 03 Oktober 2013

Perekonomian Indonesia Saat Ini dengan Menggunakan Pola Deduktif-Induktif



Melambatnya perekonomian dunia berdampak kepada perekonomian di berbagai negara, tak terkecuali Indonesia. Keadaan ini membuat nilai tukar mata uang Indonesia (Rupiah) terhadap dollar Amerika Serikat semakin merosot hingga menyentuh Rp 11.000,00 per USD. Hal ini kemudian mengakibatkan harga-harga komoditas ekspor anjlok sehingga penerimaan ekspor pun turun. Selain menurunnya ekspor, adanya perubahan kebijakan moneter di negara adikuasa Amerika Serikat juga ikut mempengaruhi kondisi ekonomi Indonesia. Amerika Serikat memperketat likuiditas global atau memperketat pembiayaan. 
Wakil Presiden Boediono menanggapi keadaan perekonomian Indonesia dan menghimbau kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar menggunakan anggaran secara efektif dan efisien. Pemerintah hendaknya lebih dapat meningkatkan penyerapan anggaran dengan mempermudah investor untuk berinvestasi dengan mencabut aturan yang menghambat kemudahan investasi. Boediono melanjutkan, pemerintah harus tetap siaga meskipun keadaan ekonomi Indonesia saat ini belum dapat dikatakan dalam keadaan kritis.
Selain itu, untuk mengatasi masalah ekonomi tersebut Pemerintah melalui Presiden dan Kementerian terkait mengeluarkan paket kebijakan penyelamatan ekonomi, termasuk didalamnya kebijakan moneter dari Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter. Nama paket kebijakan tersebut, yakni “Paket Penyelamatan Ekonomi” dengan tujuan mencegah Rupiah agar tidak terperosok lagi, mengatasi penurunan bursa saham (IHSG), dan mengupayakan menjaga daya beli masyarakat. Paket kebijakan yang dikeluarkan terdiri dari paket penyelamatan neraca perdagangan, paket menjaga pertumbuhan ekonomi, menjaga daya beli masyarakat, dan paket percepatan investasi. Paket penyelamatan neraca perdagangan dilakukan dengan mengenakan bea masuk, menaikkan pajak penjualan bawang mewah (PPnBM), dan penurunan impor migas. Paket menjaga pertumbuhan ekonomi dilakukan dengan insentif sektor industri agar tidak terjadi PHK. Paket guna menjaga daya beli masyarakat dilakukan oleh Pemerintah yang berkerja sama dengan Bank Indonesia. Sedangkan, paket percepatan investasi dilakukan dengan merevisi daftar negatif investasi (DNI) dan penyerderhanaan izin investasi.